Penyesalan

 


penyesalan seorang ibu


Pagi itu si bungsu merajuk minta jajan es krim. sulit ku rayu hingga aku emosi berat. ku banting pintu dengan keras dan berlalu meninggalkan si bungsu menangis sendirian sampai ngompol. Dengan kesal aku ambil lap dan membersihkan badannya.

" Ayo sini pakai baju" kataku,

" aku gak mau pake baju!!!"

" kalo gak pake baju nanti kamu kedinginan!"

"gak mauuu!!"

"TERSERAH!!"

Lalu dia duduk di atas bantal karpet sambil mengenakan handuk oranye kesayangannya. Sambil Berwajah sendu. 

Hatiku semakin kesal dan kembali aku banting pintu berlalu meninggalkan si bungsu menangis sendirian, cukup lama. hingga tak terdengar lagi suara tangisnya.

Sambil mencoba melepas kesal dan amarah, aku duduk di teras sambil memandang langit sambil masih terdengar suara si bungsu menangis. Cukup lama aku duduk diteras sampai suara tangis si bungsu tak terdengar lagi. Lalu, aku memutuskan untuk kembali, dan aku kaget. 

Ku lihat dia tertidur di atas bantal karpet hanya berselimut handuk oranye kesayangannya. . hatiku mencelos, air mata tak bisa ku tahan. sesak sesal memenuhi dada. maafkan aku nak.

Betapa bodohnya aku sebagai seorang ibu, tak bisa menahan kesal dan amarah. 

Padahal apa sulitnya membiarkan dia bermain dengan handuk kesayangannya sebentar. 

Apa salahnya aku sedikit menunggu dan menahan rasa kesal sambil tarik nafas dan kembali membujuk dia.

Kesal karena apa aku hari ini? padahal urusan mengompol adalah hal yang wajar bagi anak seusianya.

Kembali aku membela diri bahwa betapa sulitnya menjadi seorang ibu, terlebih urusan mengontrol emosi dan mengendalikan amarah. Tapi ini bukan alasan pembenaran.

Si bungsu, memang sedang dalam masa bertingkah unik, konyol dan kadang bikin berang. Harusnya aku selalu ingat, ini adalah masa dia mengenal dunia sekitar dan lingkungannya. Dia belajar untuk memahami bukan hanya lingkungan, tetapi dirinya sendiri. Bagi anak seusia dia, pasti bukan hal yang mudah.

Ya Allah, maafkan hamba. kuatkan hamba untuk bisa lebih sabar menghadapi perkembangan anak - anak.


Tidak ada komentar:

Terimakasih telah bersedia membaca jurnal dan deep though di sini, silahkan berkomentar yang bijak dan relevan dengan pembahasan. Terimakasih

All illustrations created by artjoka. Diberdayakan oleh Blogger.