Berhentilah Menjadi Orang gak enakan, Kamu Bukan Malaikat








Asal Muasal


Berawal dari keharusan memenuhi permintaan sang ayah secepat kilat tanpa cela, ayunda tumbuh menjadi orang gak enakan. Menjadi orang gak enakan menjadi profesi yang sudah dia tekuni sejak kecil. Jika tidak, murka ayahanda akan ia terima. Takut akan murka dan hukuman yang mungkin diterima, ayunda mengiyakan segala permintaan dan perintah ayahanda tanpa protes apalagi demo.

Pemberontakan hanya bisa dia lakukan dalam khayalan yang sering ia lakukan sebelum tidur hingga terbawa mimpi. Lantas terbangun dengan realita yang sama keesokan harinya. Nampaknya hal ini menjadi benih sugesti alam bawah sadar dia yang kerap muncul ketika dia berhubungan dengan orang lain terutama orang terdekat, yaitu teman.

Ayunda menjadi orang gak enakan bukan hanya pada ayahnya, tapi pada teman - temannya. Dia merasa tidak enak jika harus menolak ketika temannya meminta bantuan. Daripada melihat temannya kecewa, Ayunda kerap menawarkan bantuan bahkan tanpa diminta. Intinya Ayunda merasa tidak enak jika tidak bisa ikut berkontribusi.

Mengapa? Ingin dicap sebagai orang baik dan penolong? bisa jadi . Kemungkinan lain adalah, ayunda sulit menolak dan membenci penolakan. Dia benci di jauhi lalu kehilangan teman. Lebih baik dia menjadi people-pleaser daripada kehilangan teman. Bayangan kekecewaan orang lain ketika menerima penolakan darinya menjadi mimpi buruk bagi ayunda.Takut mengecewakan dan berakhir tidak memiliki teman.

Ayunda juga tipe pemegang motto motor honda yang selalu terdepan, yang terdepan dalam menawarkan segala bantuan. Ayunda menjadikan sifat people-pleaser nya menjadi kunci utama dia bersosialisasi dengan orang lain. 

Dia merasa takut kalau dicap sebagai orang tidak berguna. Jika dia punya kekuatan super power, dia ingin menyenangkan semua orang tanpa cela. Bahkan, Ibarat Stockholm Syndrome walau terkadang dia kerepotan, Ayunda tidak bisa berkata tidak. Dia merasa gak enak jika harus menolak permintaan orang lain walau dia sendiri sedang dalam kapasitas tidak mampu. Misal lelah, bad mood atau memang dia tidak bisa. Demi memuaskan dan menyenangkan teman, perkara tidak bisa ini bukan hal sulit bagi Ayunda. Dia akan berusaha semaximal mengulik apa yang tidak bisa dia lakukan.

Ayunda yang sudah menjadi orang gak enakan, tentu merasa tidak enak jika harus melakukan penolakan. Pernah Ayunda melakukan penolakan, seketika perasaan gak enak menyeruak dalam dada. Ayunda Pun mengalami kesulitan tidur dan terus dibayangi perasaan bersalah hingga berhari-hari.

Bukan hanya itu, ketika temannya melakukan kesalahan padanya maka Ayunda akan berubah menjadi malaikat dan memaafkan secepat kilat tanpa argument. Mengapa Ayunda bisa melakukan semua itu? menjadi people-pleaser dan orang gak enakan?

Nampaknya ini berhubungan dengan penilaian terhadap diri sendiri, minder dan perasaan takut kehilangan teman. Bukan hanya soal memuaskan permintaan orang lain, Ayunda juga kerap meminta maaf untuk kesalahan yang tidak dia lakukan. Apalagi untuk kesalahan yang memang tidak dengan sengaja dia lakukan, dia akan meminta maaf seperti seorang pendosa besar. Meminta maaf berkali - kali hingga orang lain merasa jengah.


Titik Balik


Pada suatu masa, Ayunda mengerjakan tugas mata kuliah bersama tiga teman kuliahnya yang lain. Mereka satu kelompok dalam satu mata kuliah selama satu semester. Sebuah tugas kuliah berupa presentasi yang harus selesai dikerjakan dalam waktu seminggu.

Seperti biasa Ayunda menawarkan pengerjaan interview dan mengambil data. Sementara tiga teman lainnya bertugas mengolah data, mengetik, print laporan dan menjilid. Slide presentasi siapa yang mengerjakan? siapa lagi kalau bukan Ayunda? diantara temannya yang lain Ayunda dinilai yang paling memiliki nilai artistik walau gak bagus- bagus amat .

Tugas presentasi milik kelompok Ayunda berhasil mendapat nilai bagus. Dan disetiap tugas kelompok mereka berhasil mendapat predikat kelompok terbaik. Tentu sebuah prestasi yang membuat Ayunda dihujani pujian dari teman-temanya. Pujian atas kerja kerasnya mengumpulkan data dan membuat slide presentasi yang bagus. Ayunda tentu merasa sangat bangga.

Namun kerjasama ini tidak selalu berjalan mulus layaknya porselin. Beda pendapat dan pertengkaran kecil kerap terjadi. Namun Ayunda lebih banyak mengalah dan menerima semua masukan, kritikan dan koreksi dari teman - temannya. Dia tidak mampu menolak, protes atau bahkan membuka pendapatnya sendiri. Mengapa? karena setiap kali dia membuka suara maka opininya akan dibantai habis oleh teman- temannya dan dianggap tidak valuable. Rupanya peran Ayunda dalam kelompok tugasnya hanya sebagai kacung.

Iya, kacung pengumpul data dan penyaji bahan presentasi. Karena sikapnya yang tidak tegas membuat segala opininya dinilai kurang akurat dan tepat. Kurang kredibel lah istilahnya. Jadi demi menghindari pertengkaran, Ayunda lebih memilih iya-iya saja. Kalau di film-film, peran Ayunda ini mirip looser ya?

Hingga akhir semester, tugas ayunda sebagai kacung masih dilaksanakan dengan baik. Tugas terakhir pun akan segera rampung. Seperti biasa Ayunda bertugas melakukan wawancara dan mengumpulkan data statistik serta membuat slide presentasi setelah laporan dibuat oleh teman-temannya yang lain. Mungkin karena pada saat itu Ayunda sedang berada dalam kondisi lelah, ayunda salah input data di slide presentasi. Hal ini berakibat pada gagalnya kelompok tugas Ayunda memperoleh nilai bagus.

Tentu, teman-temannya berang dan marah. Namun kali ini Ayunda tidak tinggal diam seperti biasanya.

Yess! Soal kesiapan melakukan interview hingga ke pelosok, siang hari panas - panasan atau kena hujan tentu Ayunda jagonya, namun hal ini berdampak pada penilaian orang lain yang menganggap Ayunda sempurna tanpa cela. Akhirnya ketika Ayunda melakukan kesalahan, orang lain tidak akan segan protes dan mengoreksi kesalahan dia dengan bahasa yang menurut ayunda kasar. Sekali - dua kali perkataan temannya mungkin akan diabaikan karena dia lebih menghargai pertemanan.

Tapi, kucing saja kalau ekornya di injak akan balas menyerang. Ayunda pun sama. Walau Ayunda memang termasuk orang gak enakan, kalau terlalu sering diperlakukan “kasar” ketika dia melakukan kesalahan dia akan membangun benteng pertahanan. Pasalnya, ketika teman satu kelompoknya melakukan kesalahan, misal laporan belum di jilid padahal besok harus diserahkan, dengan segera Ayunda memaafkan tanpa protes dan inisiatif menjilid meski sudah larut malam. Dan hal ini sering dia lakukan.

Akhirnya Ayunda merasa diperlakukan tidak adil ketika teman-temannya marah akibat kesalahan dia di tugas terakhir. Ayunda mulai berpikir dia tidak bisa selamanya menyenangkan orang lain. Mau dia kerja keras ataupun tidak, saat dia melakukan kesalahan maka orang lain hanya akan melihat satu kesalahan dia dan lupa dengan ribuan kebaikan yang sudah dia lakukan.

Kali ini Ayunda melawan. Dia membela diri dan mengemukakan fakta kesalahan teman-temannya yang harus ditanggung walau dia kelelahan. Kali ini dia mencoba cuek dengan perasaannya sendiri. Ayunda mulai cuek dan berani bertindak untuk kesehatan mentalnya. Ayunda ingin bangkit menjadi orang yang memiliki prinsip dan tegas.

Bukan tanpa tim hore, selain karena jengah diperlakukan tidak adil, perubahan sikap Ayunda ini merupakan dampak positif dari membaca buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson.

Tentu sikap Ayunda ini membuat teman sekelompoknya tercengang dan tidak menyangka. Gadis yang biasanya manggut - manggut saja bisa berontak dan membela diri. Perubahan sikapnya ini memang berakibat timbulnya permusuhan antar teman. Tapi Ayunda tidak menyesal. Apakah ini sepadan? tentu. Karena teman yang baik akan berkata lemah lembut saat temannya melakukan kesalahan dan ikut membantu memperbaiki kesalahan. Bukan sekedar protes tanpa aksi. Jelas teman satu kelompoknya bukan teman yang baik.

Kamu Bukan Malaikat, Berhentilah Menjadi Orang gak enakan


Ada banyak Ayunda - Ayunda di luar sana dengan gejolak batin dan permasalahan yang sama. Seperti kamu misalnya. Iya kamu yang sedang membaca tulisan ini dan merasa seperti Ayunda di kehidupanmu.

Berhentilah menjadi orang gak enakan. Karena rasanya sungguh gak enak. Agama memang mengajarkan untuk selalu berbuat baik dan menawarkan bantuan tanpa diminta karena bernilai pahala. Tapi kamu bukan malaikat dan tidak punya super power untuk selalu bisa mengerjakan semua hal dan menyenangkan banyak orang.

Berbuat baik sampai batas tidak wajar seperti mengabaikan kesehatan baik fisik terlebih mental sangat tidak disarankan. Jangan sampai setelah berbuat baik dengan “terpaksa” berujung kamu mengalami mental breakdown. Lantas bikin puisi galau dan disematkan di semua status sosmed yang kamu punya.

Sebetulnya, respon dan sikap orang - orang terhadap kamu gak salah-salah amat. Sikap kamu yang jadi orang gak enakan dan gak tegas sudah sewajarnya membuat orang-orang disekitarmu berasumsi bahwa kamu orang serba bisa dan woles. Jadi orang bisa dengan tidak sengaja memperlakukanmu seenak jidat. Mereka gak bener - bener niat ngeremehin kamu lho, nyatanya mereka bergantung dengan skill yang kamu punya tapi juga dengan tidak sengaja memperlakukanmu layaknya keset welcome. itu karena kamu tidak tegas dengan posisi kamu sendiri.

“ Ah si A mah bisa lah ngerjain ini “
atau
“ Ah si A mah dimarahin juga ntar ngajak baikan lagi”

Dua kalimat itu bisa jadi merupakan persepsi yang mereka miliki tentang kamu.

Lantas Aku Harus Bagaimana?


Pertama, 

Latihan berkata TIDAK saat kamu dimintai bantuan tapi kamu sedang dalam keadaan gak mampu. Misal cape, badmood atau emang kamu gak bisa ngerjainnya karena gak punya skill. Jangan sekali - kali memaksakan diri untuk mencoba. Kecuali sepadan dengan hasil yang bakal kamu punya, Misal kamu diminta manjat pohon kelapa setinggi 30 meter, gile aja!! emang kamu elastic girl? kecuali dengan belajar naik pohon kelapa bisa bikin kamu berani ikutan panjat tebing, ya oke-oke aja.

Kedua, 

Belajar cuek dengan pendapat orang lain atau kemungkinan - kemungkinan yang kamu pikirkan tentang pendapat orang lain mengenai kamu. Abaikan suara setan dalam benakmu yang membuatmu berpikir orang bakalan berfikir negatif tentang kamu kalau kamu menolak permintaan mereka.

Kadang permasalahan utama adalah kamu terlalu baper dan overthinking dengan banyak hal, termasuk opini publik. Padahal sih opini publik hanya akan terbentuk karena ada aksi dan reaksi dari diri kamu sendiri. Walaupun toh kamu menolak permintaan orang lain, gak akan jadi masalah sebetulnya buat orang tersebut. Kalau kamu gak bisa ya dia bakalan nyari orang lain. Berhenti memiliki motto, “ sagala hayang diraup ku siku “ yang artinya, berhenti berusaha menghandle segalanya.

Ketiga, 

Berhenti mengucap maaf berkali - kali saat menolak atau saat melakukan kesalahan, Cukup satu kali saja. Ucapkan dengan tegas. Itu saja sudah cukup. Dengan berkali - kali meminta maaf pun tidak akan mengubah keadaan, Yang ada mereka hanya merasa jengkel karena mereka sudah feel oke dengan penolakan kamu atau malah sudah memaklumi kesalahanmu.

Keempat, Terima resiko.


Berbeda pendapat atau argumen itu kerap terjadi. Seperti kasus Ayunda, ada kemungkinan kamu juga akan mengalami hal yang sama ketika merubah sikap menjadi tegas. Yaitu kehilangan pertemanan. Terima resiko itu dengan lapang dada. Mengapa? dengan begitu kamu akan bisa lebih melihat mana teman yang memang layak menjadi temanmu dan yang tidak.

Empat poin di atas bukan tips ya, hanya saran. Ibarat lagu, semua terserah padamu. Mau move on dari menjadi orang gak enakan atau gak.

Waduh, Saya termasuk Kategori Teman si Ayunda nih

Well, pahamilah guys bahwa sebagai teman yang baik, sebaiknya kamu bisa lebih bersikap dan berkata lemah lembut bahkan ketika marah pada temanmu. Jangan mentang - mentang kamu merasa fine aja dengan temanmu yang selalu patuh lantas seenak jidat bersikap. Justru karena kamu teman baik maka harus lebih menjaga sikap dibandingkan kepada orang lain. Teman baik susah dicari lho. Apalagi yang selalu setia ada di sisi terburukmu dan selalu menyemangatimu.


Jangan meminta tolong terlalu sering. Walaupun terpaksa mintalah dengan baik-baik dan tanyakan apakah dia sedang sibuk atau tidak. Dan mintalah ketika kamu memang benar-benar tidak dapat melakukannya sama sekali.


Satu lagi, jika temanmu melakukan kesalahan atau lupa , ingatan dengan baik-baik. Sekiranya dia lupa, bukan hal besar sebetulnya. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk meringankan pekerjaannya. Tidak perlu menggerutu lantas marah-marah. Mengapa? coba perhatikan, apa dia pernah protes saat kamu lupa? marah-marah saat kamu melakukan kesalahan?


“Tapi temanku ini selalu lupa dan selalu bikin kesalahan” , ya sudah maklumi - pahami dan maafkan. That's what are friends for.

7 komentar:

  1. Aku jugaa begituuu :'(( terima kasih kak infonyaaaa

    BalasHapus
  2. Sepertinya Ayunda adalah kita. Sering merasa ga enakan 😅
    Sedang mencoba berkata tidak jika diminta sesuatu yg kalo aku lagi males atau lg ga bisa nih heeehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan kita semua adalah Yolanda, hihihihi. emang sering banget ya feel kaya gini ya kak, sering bingung ngomongnya kaya gimana gitu, menolak secara halus. butuh teknik tertentu kayanya

      Hapus
  3. Aku juga sering begitu suka tidak enakan, misalnya disuruh teman beli rokok. Gus, tolong beli rokok ini, kembaliannya buat kamu sambil ngasih uang 50an. Ya udah karena ngga enak aku belikan, sekalian nolong teman.😄

    Lain kali ada yang minta tolong, Gus tolong anterin aku pulang ya soalnya motorku dibawa anakku kata temanku. Akhirnya aku anterin juga ke rumahnya karena ngga enak. Eh pas pulang dikasih mangga satu kresek karena lagi panen.😄

    BalasHapus
  4. kalau aku sekarang udah bisa teges kak, misal ga mau ya ga akan menyanggupi, soalnya tahu kapasitas diri misal disuruh apa tapi kira kira repot dari awal udah bilang maaf belum bisa daripada di tengah jalan keteteran dan akhirnya ga kelar hehe

    BalasHapus
  5. Di beberapa case, ada kalanya saya menjadi salah satu Ayunda yang nggak enakan, merasa berdosa besar saat gagal membantu dan berkontribusi. Lupa akan hal-hal baik yang saya miliki dan hanya fokus pada kegagalan demi kegagalan yang dijalani.

    Ada kalanya saya mampu bangkit dan menyadari kalau saya nggak harus menjadi people pleaser. Namun saat lelah melanda, mengalah (dalam artian menyerah) menjadi opsi yang tak bisa dihindarkan.

    BalasHapus

Terimakasih telah bersedia membaca jurnal dan deep though di sini, silahkan berkomentar yang bijak dan relevan dengan pembahasan. Terimakasih

All illustrations created by artjoka. Diberdayakan oleh Blogger.